Teman Perjalanan Anda!

Desa Wisata Pejagatan

Edukasi Gerabah - Desa Wisata Pejagatan

Desa Wisata Pejagatan merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kebumen yang mengusung konsep wisata edukasi berbasis kerajinan tradisional, khususnya gerabah. Desa ini dikenal luas sebagai sentra produksi gerabah yang telah berkembang secara turun-temurun dan hingga kini masih lestari. Secara administratif, Desa Wisata Pejagatan terletak di Dukuh Kedungsumur, Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Berdasarkan tingkat pengembangannya, Desa Wisata Pejagatan termasuk dalam kategori Desa Wisata Berkembang, yang ditandai dengan potensi wisata yang telah dikelola, adanya atraksi edukatif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata.

Konsep wisata edukasi di Desa Pejagatan sebagian besar berada di lingkungan rumah para perajin gerabah yang berkoloni dalam satu pedukuhan. Hal ini memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan, karena aktivitas pembelajaran dilakukan langsung di sentra produksi gerabah masyarakat. Gerabah Pejagatan dikenal sebagai Gerabah Anti Racun dengan warna hitam alami, yang dihasilkan melalui proses pembakaran tradisional tanpa bahan kimia berbahaya. Produk khas yang dihasilkan antara lain cobek, mangkuk, piring rintik, kendil, besi, teko, kendi, gelas mug, pengaron, padasan, serta berbagai bentuk dan produk lain yang dapat dipesan secara khusus sesuai kebutuhan konsumen.

Melalui Program Edukasi Gerabah, wisatawan baik anak-anak, pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan umum dapat mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran pembuatan gerabah secara langsung. Proses tersebut meliputi persiapan bahan baku dan alat, pembuatan adonan tanah liat, pengolahan dan pembentukan secara manual, pengeringan, finishing bentuk, hingga proses pembakaran. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gerabah anti racun ini meliputi tanah liat, pasir laut, dan air, dengan peralatan tradisional seperti perabot, damin, alat penggerus, serta batu penghalus. Seluruh proses dilakukan dengan pendampingan langsung dari perajin lokal yang berpengalaman, sehingga pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang bermakna.

Pengalaman wisata edukasi di Desa Pejagatan diawali dengan penyambutan wisatawan menggunakan dokar, yaitu kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda. Wisatawan diajak berkeliling area sentra perajin gerabah sambil diperkenalkan dengan sejarah gerabah Desa Pejagatan serta nilai budaya yang melekat di dalamnya. Setelah itu, wisatawan diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan gerabah, mulai dari pengambilan bahan baku hingga proses finishing pembakaran. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan pengalaman langsung yang jarang ditemukan di destinasi lain.

Selain sebagai sarana edukasi, gerabah Pejagatan juga memiliki jangkauan pemasaran yang luas, meliputi pasar lokal Kabupaten Kebumen hingga berbagai wilayah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Produk yang dipasarkan umumnya menyesuaikan permintaan konsumen, baik berupa peralatan makan tradisional, souvenir, hiasan taman, cup lampu, hingga produk custom lainnya. Prestasi gerabah Pejagatan semakin menguat dengan diraihnya Anugerah Original Rekor Indonesia (ORI) pada Mei 2018 atas prakarsa pembuatan 1.000 gelas mug dari tanah liat serta pembuatan logo terbesar dari tanah liat. Selain itu, gerabah lokal Pejagatan juga menjadi mitra edukatif dan riset bagi dosen serta mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan suasana desa yang asri, keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya yang masih terjaga, Desa Wisata Pejagatan menjadi tujuan ideal bagi sekolah, keluarga, komunitas, dan wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan bernilai budaya. Kehadiran Desa Wisata Pejagatan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pelestarian kerajinan lokal sekaligus media pengenalan budaya Kebumen kepada generasi muda dan wisatawan luas. Melalui semangat “Ayo dolanan lemah, ayo dolan neng Pejagatan”, desa ini mengajak wisatawan untuk belajar, berkarya, dan merasakan langsung kehidupan budaya masyarakat perajin gerabah.








Share:
Logo Resmi

Bicara Kebumen,
Menginspirasi Perjalanan.

Jelajahi Kebumen lebih dalam bersama Kondo Bumen. Lebih dari sekadar media publikasi, kami adalah narator bagi potensi pariwisata, budaya, dan kreativitas lokal yang otentik. Temukan referensi perjalanan dan wawasan ekonomi kreatif yang akurat, dikemas khusus untuk memastikan setiap langkah Anda di Kebumen penuh makna. Karena bagi kami, menjadi Teman Perjalanan Anda adalah sebuah janji akan kepercayaan.