Edukasi Gerabah - Desa Wisata Pejagatan
Desa Wisata
Pejagatan merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kebumen yang
mengusung konsep wisata edukasi
berbasis kerajinan tradisional, khususnya gerabah. Desa ini
dikenal luas sebagai sentra produksi gerabah yang telah berkembang secara
turun-temurun dan hingga kini masih lestari. Secara administratif, Desa Wisata
Pejagatan terletak di Dukuh
Kedungsumur, Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa
Tengah. Berdasarkan tingkat pengembangannya, Desa Wisata Pejagatan
termasuk dalam kategori Desa Wisata
Berkembang, yang ditandai dengan potensi wisata yang telah dikelola,
adanya atraksi edukatif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan
wisata.
Konsep wisata
edukasi di Desa Pejagatan sebagian besar berada di lingkungan rumah para
perajin gerabah yang berkoloni dalam satu pedukuhan. Hal ini memberikan
pengalaman autentik bagi wisatawan, karena aktivitas pembelajaran dilakukan
langsung di sentra produksi gerabah masyarakat. Gerabah Pejagatan dikenal
sebagai Gerabah Anti Racun
dengan warna hitam alami, yang dihasilkan melalui proses pembakaran tradisional
tanpa bahan kimia berbahaya. Produk khas yang dihasilkan antara lain cobek,
mangkuk, piring rintik, kendil, besi, teko, kendi, gelas mug, pengaron,
padasan, serta berbagai bentuk dan produk lain yang dapat dipesan secara khusus
sesuai kebutuhan konsumen.
Melalui Program Edukasi Gerabah,
wisatawan baik anak-anak, pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan umum dapat mengikuti rangkaian kegiatan
pembelajaran pembuatan gerabah secara langsung. Proses tersebut
meliputi persiapan bahan baku dan alat, pembuatan adonan tanah liat, pengolahan
dan pembentukan secara manual, pengeringan, finishing bentuk, hingga proses
pembakaran. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gerabah anti racun ini
meliputi tanah liat, pasir laut, dan air, dengan peralatan tradisional seperti
perabot, damin, alat penggerus, serta batu penghalus. Seluruh proses dilakukan
dengan pendampingan langsung dari perajin lokal yang berpengalaman, sehingga
pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik
yang bermakna.
Pengalaman
wisata edukasi di Desa Pejagatan diawali dengan penyambutan wisatawan
menggunakan dokar, yaitu
kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda. Wisatawan diajak berkeliling area
sentra perajin gerabah sambil diperkenalkan dengan sejarah gerabah Desa
Pejagatan serta nilai budaya yang melekat di dalamnya. Setelah itu, wisatawan
diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan gerabah, mulai dari
pengambilan bahan baku hingga proses finishing pembakaran. Aktivitas ini
menjadi daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan
pengalaman langsung yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Selain sebagai
sarana edukasi, gerabah Pejagatan juga memiliki jangkauan pemasaran yang luas,
meliputi pasar lokal Kabupaten Kebumen hingga berbagai wilayah di Pulau Jawa,
Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Produk yang dipasarkan umumnya menyesuaikan
permintaan konsumen, baik berupa peralatan makan tradisional, souvenir, hiasan
taman, cup lampu, hingga produk custom lainnya. Prestasi gerabah Pejagatan
semakin menguat dengan diraihnya Anugerah
Original Rekor Indonesia (ORI)
pada Mei 2018 atas prakarsa pembuatan 1.000 gelas mug dari tanah liat serta
pembuatan logo terbesar dari tanah liat. Selain itu, gerabah lokal Pejagatan
juga menjadi mitra edukatif dan riset bagi dosen serta mahasiswa Universitas
Jenderal Soedirman Purwokerto yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan suasana
desa yang asri, keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya yang masih terjaga,
Desa Wisata Pejagatan menjadi tujuan ideal bagi sekolah, keluarga, komunitas,
dan wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan bernilai
budaya. Kehadiran Desa Wisata Pejagatan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi
wisata, tetapi juga sebagai ruang pelestarian kerajinan lokal sekaligus media
pengenalan budaya Kebumen kepada generasi muda dan wisatawan luas. Melalui
semangat “Ayo dolanan lemah, ayo dolan neng Pejagatan”, desa ini mengajak
wisatawan untuk belajar, berkarya, dan merasakan langsung kehidupan budaya
masyarakat perajin gerabah.







